Kulon Progo, karangtaruna.or.id – Kelompok pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Mentobayan, Kulon Progo, Yogyakarta, sukses menggelar pelatihan inovatif pembuatan Pupuk Organik Cair (POC). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata dalam mendorong sektor pertanian ramah lingkungan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Mendorong Kemandirian Sektor Pertanian Melalui Peran Pemuda
Sektor pertanian merupakan salah satu pilar ekonomi utama di wilayah Dusun Mentobayan. Namun, ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sintetis sering kali menjadi kendala serius, baik dari segi biaya operasional yang terus melambung tinggi maupun dampak jangka panjang terhadap penurunan kualitas dan kesuburan tanah. Menyadari tantangan tersebut, organisasi Karang Taruna Mentobayan mengambil inisiatif strategis untuk memperkenalkan solusi alternatif yang lebih murah, efektif, dan ramah lingkungan.
Program pelatihan pembuatan POC ini juga mendapatkan dukungan serta asistensi akademis, sejalan dengan upaya hilirisasi ilmu pengetahuan dari perguruan tinggi untuk masyarakat luas. Dengan memanfaatkan bahan-bahan organik yang melimpah di lingkungan sekitar—seperti sisa sayuran, buah-buahan busuk, air cucian beras, urine ternak, hingga sabut kelapa—para pemuda diajarkan untuk memproduksi pupuk cair berkualitas tinggi secara mandiri.
Langkah Mudah dan Praktis Pembuatan POC
Proses pembuatan Pupuk Organik Cair ini dirancang sesederhana mungkin agar mudah dipraktikkan kembali oleh para peserta di rumah masing-masing. Langkah pertama dimulai dengan mengumpulkan bahan organik rumah tangga maupun limbah pertanian, kemudian mencacahnya hingga halus guna mempercepat proses pembusukan. Bahan-bahan tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam wadah kedap udara, seperti drum plastik besar, dan dicampur dengan bioaktivator seperti EM4 (Effective Microorganisms 4) serta larutan gula jawa atau molase sebagai asupan nutrisi bagi bakteri pengurai.
Campuran tersebut kemudian difermentasi selama kurang lebih 10 hingga 14 hari. Selama proses fermentasi berlangsung, gas yang terbentuk di dalam drum harus dibuang secara berkala melalui sistem instalasi selang sederhana yang dihubungkan ke botol air guna menjaga kestabilan tekanan udara. Setelah masa fermentasi selesai dan aroma cairan berubah menjadi seperti aroma tape yang khas, pupuk cair disaring dan siap diaplikasikan ke berbagai jenis tanaman pangan maupun hias.
Dampak Positif dan Keberlanjutan Program di Masa Depan
Melalui pembekalan keterampilan ini, para pemuda di Dusun Mentobayan diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan desa, melainkan bertransformasi menjadi motor penggerak inovasi pertanian modern. Pupuk organik cair yang dihasilkan secara mandiri ini tidak hanya bermanfaat untuk menekan biaya produksi di lahan pertanian keluarga, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan apabila dikemas dan dipasarkan secara lebih profesional.
Semangat gotong royong dan inovasi yang ditunjukkan oleh generasi muda di Mentobayan ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan kemandirian ekonomi dapat berjalan beriringan secara selaras. Langkah kecil ini diharapkan mampu menginspirasi wilayah-wilayah lain di Indonesia untuk terus mengoptimalkan potensi pemuda dalam menjaga ketahanan pangan lokal serta melestarikan alam demi masa depan yang lebih hijau, sehat, dan sejahtera bagi generasi mendatang.
Sumber: Baca artikel asli

